Postingan Terunggul Hari Ini

Suasana Pada Masa lalu Membawa Mendung

Terpendam rindu mendayung kalbu, hati-hati untuk kusentuh, takut-takut bisa menyakiti. Sayup-sayup hening menyapa, mengantar roh pada masa i...

Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi

Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi – Hai sahabat, kali ini kita akan membahas tentang Makna Ideologi dan Jenis-jenis Ideologi. Yuk, langsung dibaca:

Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi – Hai sahabat, kali ini kita akan membahas tentang Makna Ideologi dan Jenis-jenis Ideologi. Yuk, langsung dibaca:        Baca juga artikel sebelumnya : 51 Fakta Menarik Tentang Negara Aljazair Yang Merupakan Negara terbesar di Afrika    1. Makna Ideologi    Makna Ideologi bagi suatu Negara dapat diartikan sebagai suatu cita-cita dari Negara tersebut    a. ideologi memiliki derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan  b. Ideologi dapat mewujudkan satu asas kerohanian pandangan dunia dan pandangan hidup.  2. Jenis-jenis Ideologi    Sudahkan anda memahami berbagai jenis ideologi yang dianut oleh beberapa Negara di dunia ini? Untuk mengetahuinya, coba cermati uraian materi di bawah ini.    Ada beberapa jenis Ideologi yang dianut oleh beberapa Negara, antara lain :    a. Liberalisme    Liberalisme merupakan ideologi yang memiliki konsep kebebasan individual. Artinya, adanya kesetaraan bagi semua anggota masyarakat. Untuk itu, ideologi Liberalisme menginginkan semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat-bakat yang dimilikinya seperti halnya yang dimiliki orang lain. Dengan demikian, hak-hak individual harus dilindungi dari campur tangan Negara dan badan-badan yang lain.    b. Marxisme –Komunisme    Paha mini merupakan ajaran dari Karl Mark. Dalam pandangan Komunisme ini mengutamakan kebersamaan manusia (individu) daripada kebebasan individu. Dengan demikian, hak pribadi perseorangan tidak diakui. Prinsip utama dari komunisme adalah materialism yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan sehingga menindas kebebasan pribadi dan agama.    Menurut Miriam Budardjo, terdapat nilai-nilai tertentu yang ada dalam komunisme:  1. Gagasan monoisme, yaitau gagasan yang menolak adanya golongan-golongan di dalam masyarakat.  2. Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah untuk mencapai komunisme.  3. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme. Oleh karena itu, semua alat Negara, seperti polisi, tentara dan kejaksaan dipergunakan untuk diabdikan kepada tercapainya komunisme.    c. Sosialisme    Ideologi Sosialisme berpandangan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk kreatif, sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan harus melalui kerja sama.    Pokok ajaran sosialisme menurut Heuken Sj mencakup beberapa hal berikut ini :  1. Penghapusan atuapun pembatasan hak milik pribadi  2. Perlindungan bagi kaum buruh terhadap kemiskinan dan pengangguran dalam bentuk jaminan kerja bagi semua.  3. Perubahan struktru ekonomi melalui pengawasan Negara terhadap perusahan monopoli.  4. Perubahan struktur kekuasaan yaitu dengan jalan memaksakan adanya pengakuan terhadap kesamaan kedudukan semua warga Negara.  5. Perubahan struktur pendidikan melaui perlawan terhadap Privilese pendidikan yang dimilik kelas menenga dan kelas atas.    d. Nasionalisme  Nasionalisme merupakan ideologi yang mempunyai suatu kekuatan pengaruh untuk menggerakkan. Pada umumnya, pengatur ideologi ini mengatributkan Negara pada suatu bentuk identitas cultural yang khas.    Nasionalisme adalah sebuah ideologi yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi dan menggerakkan rakyat dengan dilandsai rasa kecintaan dan rasa bela Negara terhadap air dan bangsanya. Ideologi nasionalisme ini akan muncul apabila suatu bangsa terusik kemerdekaanya atau terhina harga dirina oleh bangsa lain.    Ideologi nasionalisme tidak memandang perbedaan agama, ras, suku atauppun golongan yang ada di Negara tersebut. Ideologi nasionalisme lebih memnetingkan rasa persatuan dan tekad rela berkorban tanpa pamrih demi membela kepentingan bangsa dan Negara.    Ideologi nasionalisme ini akan lebih hebat berkumandan jika disertai munculnya tokoh-tokoh kebangsaan yang kharismatik dan dicintai rakyatnya. Misalnya : Ki hajar Dewantoro, Haji Agus Sali, Pb. Jenderal Soedirman, dan sebagainya.    e. Fundamentalisme  Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan agama sebagai sistem poilitik dalam dunia modern. Dalam hal ini, agama menjadi sistem organi total yang bersaing di dalam kekomprehensifan serta jangkauan ideologi dan sistem Negara.    Demikianlah Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi. Semoga bermanfaat.
Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi



1. Makna Ideologi

Makna Ideologi bagi suatu Negara dapat diartikan sebagai suatu cita-cita dari Negara tersebut

a. ideologi memiliki derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan
b. Ideologi dapat mewujudkan satu asas kerohanian pandangan dunia dan pandangan hidup.

2. Jenis-jenis Ideologi

Sudahkan anda memahami berbagai jenis ideologi yang dianut oleh beberapa Negara di dunia ini? Untuk mengetahuinya, coba cermati uraian materi di bawah ini.

Ada beberapa jenis Ideologi yang dianut oleh beberapa Negara, antara lain :

a. Liberalisme

Liberalisme merupakan ideologi yang memiliki konsep kebebasan individual. Artinya, adanya kesetaraan bagi semua anggota masyarakat. Untuk itu, ideologi Liberalisme menginginkan semua orang diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat-bakat yang dimilikinya seperti halnya yang dimiliki orang lain. Dengan demikian, hak-hak individual harus dilindungi dari campur tangan Negara dan badan-badan yang lain.

b. Marxisme –Komunisme

Paha mini merupakan ajaran dari Karl Mark. Dalam pandangan Komunisme ini mengutamakan kebersamaan manusia (individu) daripada kebebasan individu. Dengan demikian, hak pribadi perseorangan tidak diakui. Prinsip utama dari komunisme adalah materialism yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan sehingga menindas kebebasan pribadi dan agama.

Menurut Miriam Budardjo, terdapat nilai-nilai tertentu yang ada dalam komunisme:
1. Gagasan monoisme, yaitau gagasan yang menolak adanya golongan-golongan di dalam masyarakat.
2. Kekerasan dipandang sebagai alat yang sah untuk mencapai komunisme.
3. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme. Oleh karena itu, semua alat Negara, seperti polisi, tentara dan kejaksaan dipergunakan untuk diabdikan kepada tercapainya komunisme.

c. Sosialisme

Ideologi Sosialisme berpandangan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk kreatif, sehingga untuk mendapatkan kebahagiaan harus melalui kerja sama.

Pokok ajaran sosialisme menurut Heuken Sj mencakup beberapa hal berikut ini :
1. Penghapusan atuapun pembatasan hak milik pribadi
2. Perlindungan bagi kaum buruh terhadap kemiskinan dan pengangguran dalam bentuk jaminan kerja bagi semua.
3. Perubahan struktru ekonomi melalui pengawasan Negara terhadap perusahan monopoli.
4. Perubahan struktur kekuasaan yaitu dengan jalan memaksakan adanya pengakuan terhadap kesamaan kedudukan semua warga Negara.
5. Perubahan struktur pendidikan melaui perlawan terhadap Privilese pendidikan yang dimilik kelas menenga dan kelas atas.

d. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan ideologi yang mempunyai suatu kekuatan pengaruh untuk menggerakkan. Pada umumnya, pengatur ideologi ini mengatributkan Negara pada suatu bentuk identitas cultural yang khas.

Nasionalisme adalah sebuah ideologi yang memiliki kekuatan untuk memengaruhi dan menggerakkan rakyat dengan dilandsai rasa kecintaan dan rasa bela Negara terhadap air dan bangsanya. Ideologi nasionalisme ini akan muncul apabila suatu bangsa terusik kemerdekaanya atau terhina harga dirina oleh bangsa lain.

Ideologi nasionalisme tidak memandang perbedaan agama, ras, suku atauppun golongan yang ada di Negara tersebut. Ideologi nasionalisme lebih memnetingkan rasa persatuan dan tekad rela berkorban tanpa pamrih demi membela kepentingan bangsa dan Negara.

Ideologi nasionalisme ini akan lebih hebat berkumandan jika disertai munculnya tokoh-tokoh kebangsaan yang kharismatik dan dicintai rakyatnya. Misalnya : Ki hajar Dewantoro, Haji Agus Sali, Pb. Jenderal Soedirman, dan sebagainya.

e. Fundamentalisme

Fundamentalisme merupakan ideologi untuk menetapkan agama sebagai sistem poilitik dalam dunia modern. Dalam hal ini, agama menjadi sistem organi total yang bersaing di dalam kekomprehensifan serta jangkauan ideologi dan sistem Negara.

Demikianlah Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi. Semoga bermanfaat.

Silahkan Masukkan Email anda Untuk Update Fakta Lainnya:

0 Response to "Artikel Tentang Makna Ideologi dan Jenis-Jenis Ideologi"

Post a Comment

Tolong Jangan Melakukan SPAM ya.
KOMENTARLAH SESUAI ARTIKEL DI ATAS :)

TERIMA KASIH
ADMIN
INDRA SAPUTRA